Metal Jowo .Tetap Lantang dengan Kritik Sosial Lewat Single Terbaru “Rojo Durjono”** 

Posted by : Suseto Februari 3, 2025 Category : Budaya
Foto: Salah satu band yang tetap konsisten dalam jalur tersebut adalah MetalJowo, grup rock metal asal Surabaya yang telah berdiri sejak eraa 90-an.( Dok/red )
 
Surabaya.BrigadeIndonesia.com // dikenal memiliki sejumlah band metal yang mengusung budaya Jawa dalam karya mereka, mencerminkan kekayaan dan keragaman skena musik metal di kota ini. Salah satu band yang tetap konsisten dalam jalur tersebut adalah MetalJowo, grup rock metal asal Surabaya yang telah berdiri sejak eraa 90-an,yang ber alamat di Markas di
Tambak Wedi Baru 3 no.10 Surabaya.
 
Dengan  ciri khas menggabungkan musik cadas dengan unsur pentatonik Jawa serta lirik bertema kritik sosial dan politik, MetalJowo terus menghadirkan karya-karya yang relevan dengan kondisi zaman.  
 
Kini, MetalJowo kembali dengan single terbaru mereka berjudul “Rojo Durjono.” Lagu ini tetap mempertahankan identitas musik mereka, mengangkat tema ketidakadilan, kesewenang-wenangan, dan perlawanan terhadap tirani. “Rojo Durjono” sendiri dapat diartikan sebagai “Raja yang Zalim” atau “Pemimpin yang Kejam,” menggambarkan sosok penguasa yang hanya mementingkan kekuasaan tanpa peduli pada penderitaan rakyatnya.  
Dengan aransemen yang menggabungkan elemen rock metal dan nuansa Jawa, lagu ini menjadi bentuk perlawanan melalui musik, melanjutkan tradisi MetalJowo dalam menyuarakan kritik sosial lewat lirik yang tajam dan penuh makna. lirik dari “Rojo Durjono”:  
 
Ono crito rojo sing duwe watak durjono  
Gawe sengsoro rakyat lan bongso  
Ngandalno kekuasaan, ra gawe tepo sliro  
Sikut rene rono pokoke kuoso  
 
Negoro dioprak rakyate dioyak-oyak  
Larang sandang larang pangan lan papan  
Warga asing oleh wadah lan disembah-sembah  
Rakyat jelata golek kerjoan susah  
 
Rojo Durjono, nafsu angkoro lan murko  
Sroko marang tahta, duit, lan dunyo  
Rojo Durjono agawe rakyat sengsoro  
Urip rasane koyo ing neroko . 
 
Dengan lirik yang tajam dan penuh kritik, MetalJowo kembali membuktikan bahwa musik bisa menjadi sarana perlawanan terhadap ketidakadilan. Single “Rojo Durjono” kini sudah bisa dinikmati di semua platform digital, melanjutkan jejak panjang MetalJowo dalam membawa identitas lokal ke dalam musik rock metal Indonesia.  
 
MetalJowo adalah grup band rock asal Surabaya yang lahir dari lingkungan kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga. Band ini didirikan pada tahun 1995 oleh para mahasiswa Sastra FISIP Unair, dengan semangat musik yang kuat dan jiwa pergerakan yang kental.  
 
Perjalanan MetalJowo dimulai dari Musik Taman FISIP Unair, sebuah wadah bagi mahasiswa untuk berekspresi dan menyalurkan kreativitas bermusik. Dari panggung-panggung kampus, mereka terus berkembang dan aktif bermain di berbagai universitas di era pergerakan Reformasi 1998, menjadikan musik sebagai medium ekspresi sosial dan suara anak muda. 
 
Seiring waktu, MetalJowo mengalami perkembangan dalam formasi. Awalnya digawangi oleh Widhi (vokal & gitar), Adi (drum), dan Rendra (bass & backing vocal), dalam satu tahun perjalanan mereka kedatangan Wicak (lead gitar) yang menambah kekuatan aransemen dengan riff dan solo gitar yang tajam. Tak lama kemudian, Fajar (keyboard) juga bergabung, memberikan dimensi baru dalam musik MetalJowo dengan sentuhan melodi yang lebih kaya.  
 
Dengan formasi lengkap: Widhi (vokal), Adi (drum), Rendra (bass), Wicak (gitar), dan Fajar (keyboard), MetalJowo semakin solid dalam membangun identitas musik mereka. Dari panggung kampus hingga event besar di Surabaya, mereka membuktikan bahwa rock tetap bisa memiliki identitas lokal yang kuat, berpadu dengan semangat pergerakan dan independensi.  
 
MetalJowo juga dikenal dengan lagu-lagu yang mengangkat isu sosial, kritik budaya, dan semangat perjuangan. Beberapa karya mereka yang terkenal antara lain: “Jaman Edan,” “Lintang Kamardikan,” “Penerus Bangsa,” “Arum Bongsoku Alum,” “Urip Sepisan,” dan “Duit.” Lagu-lagu mereka tidak hanya menjadi pengiring pergerakan mahasiswa di era Reformasi, tetapi juga tetap relevan hingga kini.  
 
Untuk menikmati seluruh karya MetalJowo, lagu-lagu mereka dapat didengarkan disemua platform digital. MetalJowo terus berkarya, membuktikan bahwa musik rock tetap bisa memiliki karakter, pesan yang kuat, dan akar budaya yang dalam.
 
Penulis:( Redaksi )
 
 
RELATED POSTS